x

Milad ke 3 dan Rakernas Persadin Sukses, Perkuat Konsolidasi Nasional dan Arah Organisasi

waktu baca 3 menit
Senin, 6 Jul 2026 04:37 15 AB Rahman

JAKARTA. Jejakinformasi id Persatuan Advokasi Indonesia (Persadin) menegaskan komitmennya memperkuat kualitas profesi advokat melalui transformasi organisasi yang lebih profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan Milad ke-3 Persadin yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Ballroom Grand Wijaya, Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Mengusung tema “Transformasi Advokat Persadin yang Profesional, Berintegritas, dan Adaptif di Era Digital”, kegiatan secara resmi dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pendiri DPN Persadin Dr. H. R. Erwin Moeslimin Singajuru, S.H., M.H. dengan pemukulan beduq. Sementara itu, pemotongan tumpeng Milad ke-3 dipimpin Ketua Umum Persadin Dr. KRT Oking Ganda Miharja, SH., MH., didampingi Sekretaris Jenderal Nur Mariyah Yazid, SH., MH.

Acara dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Pangeran Edward Syah Pernong, Ketua Dewan Kehormatan Sudirman D’hury, Komisi Pengawas Sonny Chandra Waskito, serta jajaran lengkap Dewan Pimpinan Nasional (DPN) antara lain Edi Samsuri, M. Bung El Kofen, Dwi Yuda Saputro, Yandri Varian, Mohammad Aan, Maswantobi, Darozy Chandra, Teguh Supriyanto, Mukty Soheh, Hendra Agus Susanto, Muhammad Kholid, dan Woro Kumolo Ismi. Turut hadir Ketua Dewan Pembina DPW Persadin DKI Jakarta H. Zulfikar beserta pengurus Dewan Pimpinan Wilayah dari 26 provinsi di Indonesia, baik hadir langsung maupun mengikuti secara daring.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Oking Ganda Miharja menyampaikan bahwa hingga saat ini Persadin telah membentuk kepengurusan di 26 provinsi, dengan enam di antaranya telah berstatus definitif melalui proses penyumpahan advokat, sedangkan 20 sisanya masih dalam tahap penyiapan. Ia menguraikan strategi baru organisasi dengan memperkuat peran paralegal sebagai jalur pembinaan sebelum seseorang menjadi advokat penuh.

Kami membidik profesional yang sudah memiliki pengalaman kerja, seperti mantan PNS, TNI, Polri, panitera, anggota dewan, wartawan, aktivis LSM, dan pengurus organisasi. Mereka memiliki bekal pengalaman yang matang untuk menjalani profesi ini,” ujarnya.

Oking juga mengumumkan rencana penerapan sistem organisasi berbasis federal. Nantinya, kewenangan pembinaan dan pengelolaan anggota akan berada sepenuhnya di tingkat DPW, sedangkan DPN hanya berfokus pada penyusunan kebijakan nasional, hubungan eksternal, penyelenggaraan pendidikan profesi, ujian, serta penerbitan dokumen resmi anggota. “Maju mundurnya Persadin ada di tangan daerah. Kami berikan ruang seluas-luasnya agar setiap wilayah bisa berkembang secara optimal,” tegasnya.

Ketua Panitia Pelaksana Awy Eziary S.H. S.E. M.M. C.NNLP melaporkan jumlah peserta yang tercatat mencapai perwakilan dari 26 DPW. Antusiasme juga terlihat dari kiriman ucapan dukungan berupa karangan bunga yang tercatat mencapai 303 papan, bahkan sempat membuat pihak hotel berkomentar karena jumlahnya terus bertambah. Jika tidak kami batasi, bisa saja jumlahnya tembus hingga 600 papan, ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendiri Dr. H.R. Erwin Moeslimin Singajuru menekankan seorang advokat harus menguasai lima kecerdasan utama, yaitu spiritual, intelektual, emosional, kultural, dan sosial. Sementara Ketua Dewan Pembina Brigjen Pol. (P) Drs. H. Pangeran Edward Syah Pernong mengingatkan agar advokat senantiasa memegang teguh dimensi filosofis, sosiologis, dan yuridis dalam setiap menangani perkara demi menjunjung keadilan dan moral.

Ketua Dewan Kehormatan Dr. H. Sudirman D’hury menambahkan bahwa momen Milad dan Rakernas ini menjadi tonggak penting untuk memantapkan konsolidasi organisasi agar mampu menghadapi tantangan hukum masa depan tanpa meninggalkan etika dan integritas. Di sesi penutup, pimpinan sidang pleno Edi Samsuri dan Ahmad Yazid menyatakan bahwa program kerja yang disepakati menjadi jawaban konkret Persadin terhadap perkembangan hukum dan kebutuhan keadilan bagi masyarakat Indonesia.

(ab Rahman)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x