
Kota Langsa, Jejak Informasi .id – Sejumlah siswa SMP Negeri 4 Langsa mengeluh terkait menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai monoton hampir tiap hari menu yang disajikan hanya telur dan ayam. Keluhan itu disampaikan siswa saat jam istirahat, Kamis, 6 Agustus 2026

Siswa kelas 8 mengaku sudah bosan dengan menu yang itu-itu saja. “Dari Senin sampai Jumat lauknya telur telur balado, ayam goreng, ayam suwir. Sayurnya juga itu-itu aja, kadang cuma toge. Kami jadi tidak nafsu makan,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan, siswa kelas 9.
“Kami bersyukur ada makan gratis api kalau tiap hari telur sama ayam, lama-lama mual. Teman-teman banyak yang nasinya tidak habis dan ditukar jajan,” katanya.
Isma, 40 tahun wali murid mengaku prihatin. “tujuannya bagus biar anak-anak bergizi, tapi gizinya harus beragam. Kalau proteinnya cuma telur dan ayam terus, takut anak anemia atau kurang zat besi dan ikan. Ia berharap pihak sekolah dan penyedia catering bisa mengevaluasi menu.

Kepala SMP Negeri 4, Walimah, SPd ,membenarkan adanya keluhan dari siswa. “Kami sudah tampung aspirasi anak-anak. Memang sudah hampir tiap hari didominasi telur dan ayam mungkin karena kendala harga bahan pokok dan keterlambatan pasokan, dan ikan pun jarang, apa lagi daging hanya satu bulan sekali” jelasnya.
Ia mengaku akan berkoordinasi dengan pihak SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan Dinas Pendidikan agar kedepan kami minta ada variasi biar anak-anak semangat makan,” katanya.
Para siswa berharap ke depan menu lebih bervariasi. “Kami minta ada ikan lele, ikan goreng, tempe, sayur bayam, dan buah jeruk atau pisang. Biar tidak bosan,” harap siswa.
Pihak sekolah berjanji akan mengevaluasi menu MBG agar siswa tidak jenuh dan gizi tetap terpenuhi.
Koordinator SPPG Kota Langsa , Putri Balqis, saat ditanya media melalui WhatsApp memberi jawaban, untuk menu bisa lihat di sosmed masing-masing SPPG tidak selalu telur, ada ayam, ada udang, ada ikan, ada daging. Ayam sendiri sering digunakan karna minat dari anak- anak lebih besar ke ayam, arahan pusat menggunakan ikan sungai karena banyak yang alergi ikan laut tetapi minat anak-anak terhadap ikan sendiri kurang dan untuk anak- anak ditakutkan tersedak tulang ikan, daging tidak bisa digunakan terlalu sering karena menyesuaikan anggaran dan kalau sudah menggunakan daging pasti ditutupi dengan telur.
Terima kasih untuk infonya bisa dijadikan bahan evaluasi bagi kami SPPG dan untuk sekolah bisa langsung menyampaikan kendala/saran/masukan ke pic/kepala sekolah agar disampaikan ke pihak SPPG agar lebih tepat sasaran masukan tersebut.
Karena kalau dikatakan “kayak” tetapi dilapangan tidak seperti itu, untuk hal yg dilaporkan harus lebih objektik agar kami lebih tepat mengingatkan SPPG yang bersangkutan,tutupnya. (Mus##)

Tidak ada komentar