x

Geuchik Merandeh Dayah Apresiasi Pengungkapan Jaringan Narkotika Internasional di Pidie

waktu baca 3 menit
Sabtu, 24 Okt 2026 15:57 78 Mustafa Adm Perwakilan Aceh

Kota Langsa, Jejak Informasi.id – Geuchik Gampong Merandeh Dayah, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, mengapresiasi keberhasilan aparat kepolisian mengungkap jaringan narkotika internasional di Kabupaten Pidie.

Geuchik Merendah Dayah, Rizal menyampaikan apresiasi kepada
Tim gabungan Bareskrim Polri, BNN, dan Bea Cukai membongkar kasus laboratorium gelap (clandestine laboratory) sabu-sabu skala besar di Kabupaten Pidie, Aceh

Barang bukti sekitar 1,2 ton sabu cair yang siap diolah dan didistribusikan, dengan nilai ekonomis ditaksir mencapai Rp2,16 triliun. Sebanyak 11 orang diamankan, yang terdiri dari 9 warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh dan 2 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial LJ dan XM.

Pengungkapan ini melibatkan sindikat jaringan narkotika internasional. Aparat kepolisian juga masih memburu sejumlah pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO) serta menelusuri dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Kami Geuchik Merandeh Dayah apresiasi pengungkapan jaringan narkotika internasional di Pidie oleh tim Bareskrim Polri. Ini prestasi luar biasa. Narkoba adalah musuh kita bersama, musuh gampong,” ujar Geuchik Merandeh Dayah, Sabtu , 24 Oktober 2026 kepada media Jejak Informasi.id Perwakilan Aceh di Langsa.

Menurut Geuchik Rizal, pengungkapan jaringan narkotika internasional di Pidie tersebut harus menjadi peringatan keras bagi semua gampong di Kota Langsa, termasuk Gampong Merendah Dayah.

“Jangan sampai Langsa yang sudah bangkit dari bencana banjir Nopember tahun. 2025 lalu, sekarang dirusak lagi oleh narkoba. Kami di Merandeh Dayah komitmen perang terhadap narkoba.

Siapa saja bisa terjebak dengan narkoba, apalagi generasi muda lainnya. Makanya kami apresiasi pengungkapan di Pidie ini,” tegasnya.

Ada 3 Alasan Geuchik Merandeh Dayah Apresiasi Pengungkapan di Pidie

1. Langsa Rawan Jadi Jalur Narkoba Internasional “Pidie dan Langsa sama-sama jalur pesisir timur Aceh. Jaringan internasional yang diungkap di Pidie itu modusnya lewat laut dari Malaysia. Langsa juga rawan. Jadi pengungkapan di Pidie itu menyelamatkan Langsa juga,” ujar Geuchik Rizal.

2. Banyak Pemuda tidak memiliki pekerjaan bisa jadi rawan Narkoba “tidak memiliki pekerjaan itu rawan narkoba. Kalau pengedar dari jaringan internasional Pidie itu masuk ke Langsa, yang jadi korban pertama adalah pemuda. Makanya kami sangat apresiasi pengungkapan ini,” jelasnya.

3. Dukung Program Walikota Langsa , Jeffry Sentana S Putra, Langsa Bersih Narkoba. Geuchik Merandeh Dayah mendukung program Walikota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE yang mencanangkan Langsa Juara yang bersih dari narkoba, bersih sampah, dan bangkit dari bencana.

Semua itu akan sia-sia kalau narkoba merajalela. Jadi kami apresiasi pengungkapan jaringan narkotika internasional di Pidie,” tambahnya.

Geuchik Merandeh Dayah juga mengajak 66 Geuchik se-Kota Langsa untuk ikut mengapresiasi dan komitmen perang terhadap narkoba.

“Saya ajak semua geuchik di Langsa Kota, Langsa Lama, Langsa Timur, Langsa Barat, Langsa Baro, untuk bersama-sama apresiasi pengungkapan jaringan narkotika internasional di Pidie. Dan kita buat komitmen bersama: Setiap gampong harus bersih narkoba. Buat spanduk di kantor geuchik, laporkan kalau ada pengedar,” ajak Geuchik Rizal.

Ia juga meminta Polres Langsa dan BNN Kota Langsa untuk razia rutin di gampong-gampong, terutama di kos-kosan yang banyak dihuni mahasiswa di Gampong Meurendeh Dayah berasal dari luar Kota Langsa.

“Kami di Merandeh Dayah sudah buat aturan: Tamu wajib lapor 1×24 jam, dan setiap ada indikasi narkoba langsung lapor polisi. Kami tidak mau gampong kami jadi sarang narkoba seperti jaringan di Pidie itu,” tegasnya.(Mus##)

Mustafa Adm Perwakilan Aceh

Jejak Informasi.id/Admin - Aceh
Phone : +62 821 834 3334

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x