x

Banyak Kepala Sekolah Di Kota Langsa Alergi Dengan Media, Konfirmasi Kepentingan Publik Tidak Pernah Dapat

waktu baca 3 menit
Kamis, 29 Okt 2026 10:59 73 Mustafa Adm Perwakilan Aceh

Kota Langsa, Jejak informasi.id – Banyak Kepala Sekolah di Kota Langsa alergi dengan media, konfirmasi kepentingan publik tidak pernah dapat, wartawan sulit akses informasi publik dari sekolah kalau kepala sekolah Baik TK, SD dan SMP tidak komunikatif.

Hal ini bukan isu baru, tapi makin parah sejak kasus Revitalisasi bangunan sekolah tahun 2026 di periksa penegak hukum. Diduga para kepala sekolah yang baru menjabat belum sampai setahun, rata – rata sombong dan sulit dijumpai, jangankan untuk mengangkat telepon balas WhatsApp aja sulit, entah siapa yang angkat kepala sekolah gaya begini.

“Banyak Kepala Sekolah di Kota Langsa seperti Sad, SMP, SMA, dan SMK diduga alergi dengan media, konfirmasi kepentingan publik tidak pernah dapat. Kami telpon soal dana BOS, dana komite, tidak pernah dijawab. Begitu kami tulis, baru marah-marah,” ujar salah seorang pimpinan biro, Kamis, 29 Oktober 2026.

Media perlu mendapatkan informasi tentang, Dana Bos, Papan informasi dana BOS yang sulit di akses publik, perkembangan dana PIP, dan ada guru tidak masuk mengajar, perkembangan asupan MBG di sekolah.

Media ini menilai, banyak Kepala Sekolah di Kota Langsa alergi dengan media, konfirmasi kepentingan publik tidak pernah dapat karena takut terbongkar

Media ini membandingkan pejabat yang tidak alergi dengan media seperti Sopian Kepala SMP juga Plt. Dinas paling viral dalam beberapa bulan ini di Kota Langsa dan Sopian sebagai Plt Kepala Dinas paling viral di masa Walikota Langsa Jeffry Sentana, dia tidak alergi, makanya viral positif.
Malah undang media ajak ngopi bersama, kadang sampai tengah malam, dan sangat terbuka. Kenapa Kepala sekolah lainnya alergi dengan pihak media.

Banyak Kepala Sekolah di Kota Langsa alergi dengan media, konfirmasi kepentingan publik tidak pernah dapat membuat warga curiga. Wali murid lapor ke media, bayar komite Rp 50 ribu, untuk apa saja dana Komite diambil sementara sekolah ada Dana BOS, mau tanya Kepsek, Kepsek alergi media, wali murid apalagi tidak dilayani. Makanya butuh media untuk tanya.

Penilaian pengamat dunia pendidikan, Said Saifullah, kepala sekolah sebaiknya dekat dan menjalin hubungan yang baik dengan media, baik media massa (pers/jurnalis) maupun media digital (media sosial). Di era keterbukaan informasi saat ini, kedekatan dengan media bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan strategis dalam kepemimpinan sekolah, sebutnya.

Lanjutnya, sekolah sangat perlu menyampaikan informasi, kegiatan, dan capaiannya kepada publik melalui media baik media massa maupun media sosial. Di era digital saat ini, keterbukaan informasi dan komunikasi antara sekolah dan masyarakat menjadi kebutuhan penting. Berikut adalah alasan utamanya, jelasnya.

Media sosial dan website resmi berfungsi sebagai “etalase” untuk memperkenalkan visi, misi, program unggulan, serta karakter sekolah kepada masyarakat luas. Publik, termasuk orang tua murid, berhak tahu bagaimana proses pendidikan berjalan, bagaimana kegiatan siswa dilakukan, serta apa saja prestasi atau perkembangan yang dicapai sekolah.

Sekolah perlu mengelola citra dengan baik agar tidak kalah saing dan tetap menjadi pilihan utama bagi calon peserta didik baru. Cerita sukses, inovasi guru, dan prestasi siswa tidak boleh hanya berhenti di dalam kelas, melainkan perlu dibagikan agar menginspirasi lingkungan sekitar

Informasi terkait pengumuman, agenda sekolah, atau kebijakan baru bisa tersampaikan secara cepat dan luas kepada orang tua dan masyarakat lewat media.(Mus##).

Mustafa Adm Perwakilan Aceh

Jejak Informasi.id/Admin - Aceh
Phone : +62 821 834 3334

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x