x

Sudah Berulang Kali Diberitakan, Pola Pikir Masyarakat Tidak Berubah Masih Buang Sampah di Tempat yang Sama

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Agu 2026 03:32 75 Mustafa ACEH

Kota Langsa, Jejak Informasi .id – Meski sudah berkali-kali diberitakan dan ditertibkan, tumpukan sampah liar masih muncul di titik yang sama di Kota Langsa. Pola pikir sebagian masyarakat buang sampah tidak berubah justru membuat persoalan lingkungan tak kunjung selesai.

Pantauan Jejak Informasi.id perwakilan Aceh, Senin, 24 Agustus 2026, titik langganan kembali dipenuhi sampah, di depan SMPN 2 Langsa, Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh, padal di situ sudah ada spanduk di larang buang sampah, namun sampah tetap menumpuk ini akibat pola pikir masyarakat sudah rusak, tidak peduli mau tulis apa situ.

Saat ditanya, sebagian warga beralasan tempat itu sudah jadi “kebiasaan”. Buangnya di sini aja bang, kan nanti ada yang ngangkut. Kalau ke TPS jauh,” ujar Niar, 38 tahun.

Di sekitar jalan Chik Tunong itu ada Sekolah kiri kanan, ada SMP dan ada SD, bau sampah sudah pasti akan terasa oleh siswa di dua sekolah tersebut.

Warga Peduli Lingkungan Langsa,S. Saifullah menyebut ini masalah pola pikir. “Sudah bertahun-tahun kita kampanye. Medianya sudah, beritanya sudah. Tapi kalau mindset ‘buang aja nanti ada yang bersihin’ tidak dirubah, ya percuma,” tegasnya.

Kalau Pemerintah kota Langsa tegas bisa terapkan Sanksi sebagai Penegakan hukum. Berdasarkan Qanun Kota Langsa No. 5 Tahun 2018 tentang Persampahan, membuang sampah sembarangan bisa dikenai:
1. Sanksi Administratif, Teguran tertulis sampai denda maksimal Rp5.000.000
2. Kerja Sosial, Membersihkan fasilitas umum.

Namun hingga kini, Satpol PP dan DLH belum mampu menjatuhkan denda mungkin alasannya sulit membuktikan siapa pelakunya karena tidak ada CCTV.

“Kami sebagai pemerhati lingkungan khususnya sampah, kami butuh peran aktif Geuchik dan warga untuk laporkan. Kalau tidak ada yang mau jadi saksi, susah juga untuk ditindak.

“Ini bukan soal sampah lagi, tapi soal adab dan tanggung jawab bersama. Malu kita kalau Langsa dijuluki kota sampah,” ujar S.Saifullah.

Pemerhati lingkungan dan sampah meminta solusi jangka panjang, bukan hanya razia. “Buatkan TPS 3R di tiap gampong. Atur jam angkut yang jelas. Kasih edukasi ke anak sekolah. Kalau cuma diangkut terus tanpa edukasi, ya akan numpuk terus,” kata S.Saifullah.(Mus##)

Mustafa ACEH

Jejak Informasi Aceh
Phone + 62 812 1554 8142

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x