x

Mahasiswa KKN UNSAM Perkuat Literasi Sejarah Melalui Edukasi Peradaban Islam di Peureulak

waktu baca 3 menit
Senin, 10 Agu 2026 13:01 48 Mustafa ACEH

Kota Langsa, Jejak Informasi.id – Sebanyak 115 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Samudra (Unsam) mengikuti Edukasi Sejarah Masuknya Islam dan Kerajaan Islam Peureulak di Kompleks Makam Sultan Alaidin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah, Desa Bandrong, Kecamatan Peureulak, Jumat, 7 Agustus 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Monisa dalam Lintasan Sejarah Bangsa” ini diikuti mahasiswa KKN yang ditempatkan di 10 desa dalam wilayah Kecamatan Peureulak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi sejarah mahasiswa sekaligus mengenalkan nilai-nilai sejarah dan peradaban Islam yang berkembang di Peureulak.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Timur, Waled Thahir, Camat Peureulak, Nasri, S.E., M.S.M., Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Monisa Peureulak, Dr. Andhika Jaya Putra, M.A., Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Wilayah Kecamatan Peureulak, Zaidan Z. Malem, S.Pd., M.Sc., para keuchik dari desa lokasi KKN, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN Unsam. Sepuluh desa tersebut meliputi Bandrong, Paya Meuligo, Blang Simpo, Dama Tutong, Bale Buya, Lhok Dalam, Cek Mbon, Tanoh Rata, Lubok Pempeng, dan Seuneubok Peusangan.

Dalam arahannya, Ketua MPU Aceh Timur, Waled Thahir, menyampaikan bahwa pemahaman sejarah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, sejarah tidak semata-mata berbicara mengenai peristiwa masa lalu, tetapi juga memuat nilai perjuangan dan keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan. “Mengenal sejarah bukan sekadar mengetahui masa lalu, tetapi memahami perjuangan para pendahulu dalam membangun peradaban Islam. Nilai-nilai tersebut harus diwariskan kepada generasi muda agar menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Materi mengenai sejarah masuknya Islam ke Nusantara melalui Peureulak disampaikan oleh Sanusi A. Saman, S.Pd.I., M.Pd. Dalam paparannya, ia menjelaskan posisi strategis Peureulak pada jalur perdagangan Selat Malaka yang menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan interaksi perdagangan, dakwah, dan kehidupan sosial masyarakat. Selanjutnya, H. Syarifuddin S. Malem, S.Pd.I., M.Pd., memaparkan sejarah Kerajaan Islam Peureulak, termasuk mengenai Sultan Alaidin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah yang dalam materi tersebut disebut sebagai sultan pertama Kerajaan Islam Peureulak yang dinobatkan pada 1 Muharram 225 Hijriah atau 840 Masehi.

Dari sisi pemerintah kecamatan, Camat Peureulak, Nasri, S.E., M.S.M., berharap keberadaan mahasiswa KKN dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan lebih dekat sejarah dan budaya daerah kepada mahasiswa. Ia juga mendorong mahasiswa agar menjadikan pengalaman selama berada di masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran di luar kampus. Sementara itu, Ketua Pokja Monisa Peureulak, Dr. Andhika Jaya Putra, M.A., menilai keterlibatan mahasiswa merupakan langkah positif dalam memperkenalkan kembali sejarah Kerajaan Islam Peureulak melalui pendekatan akademik dan pemanfaatan media sosial.

Menurut Koordinator DPL Wilayah Kecamatan Peureulak, Zaidan Z. Malem, S.Pd., M.Sc., pembelajaran langsung di situs sejarah memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah kecamatan, para keuchik, tokoh masyarakat, dan pihak terkait dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Hal itu juga dirasakan mahasiswa KKN, Muhammad Fandy Ramadhan, yang menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru. “Selama ini kami hanya mengetahui sejarah Peureulak melalui buku dan media sosial. Hari ini kami dapat mendengar langsung penjelasan para narasumber dan mengunjungi situs bersejarahnya. Pengalaman ini membuat kami semakin bangga melaksanakan KKN di Kecamatan Peureulak,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Unsam menegaskan pentingnya penguatan wawasan sejarah dan kearifan lokal dalam pelaksanaan KKN sebagai bentuk pengabdian sekaligus pembelajaran mahasiswa. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan peninjauan Kompleks Makam Sultan Alaidin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah. Unsam berharap mahasiswa KKN dapat menjadi bagian dari generasi yang turut mengenal, menjaga, dan memperkenalkan sejarah serta budaya lokal kepada masyarakat luas, termasuk melalui pemanfaatan media digital secara positif.(Mus##)

Mustafa ACEH

Jejak Informasi Aceh
Phone + 62 812 1554 8142

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x