NASIONAL
PENDIDIKAN
VIDEO
INFO DESA
RELIGI
HOME
HUKUM
TNI/POLRI
OTOMOTIF
Rabu, 26 Agu 2026
x
5 jam lalu
Soal Bantuan Bencana, Pemko Langsa Tanggapi Aspirasi Warga dan Jelaskan Proses Serta Kendala
14 jam lalu
Momentum Maulid Nabi, Wali Kota Langsa Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah SAW
14 jam lalu
Kapolres Langsa Cek Bantuan Sumur Bor Bantuan Ketum Bhayangkari Sudah Tuntas Dikerjakan, Dayah Bisa Nikmati Air Bersih
14 jam lalu
Pintu Masuk RSUD Langsa Baru Dibuat, Tapi Dipasang Kawat dan Dilarang Melintas, Warga Bingung
16 jam lalu
Ujung Jembatan Alue Bako 1 KM 5 Kuala Langsa Rusak, Membahayakan Pengguna Jalan, PUPR Diminta Berikan Rambu.
16 jam lalu
Pembakaran Tumpukan Sampah di Taman Krueng Langsa, Asap Mengganggu Pasien RSUD Langsa
17 jam lalu
KIRAB ENDHOG-ENDHOG’AN DI HARI MAULID NABI MUHAMMAD SAW, DESA KEMBIRITAN TAMPILKAN REPLIKA POHON CIKAL NAMA DESA KEMBIRITAN. BANYUWANGI 25-8-2026 jejakinformasi.id Antusiasme warga Desa Kembiritan, Kabupaten Banyuwangi, dalam menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tampak dalam gelaran kirab endhog-endhog’an yang berlangsung meriah pada Hari Selasa tanggal 25 Agustus 2026. Tradisi yang telah lekat dengan masyarakat Banyuwangi itu menjadi ruang kebersamaan sekaligus ungkapan syukur umat Islam dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Deretan kendaraan pawai menghiasi jalan desa. Beragam hiasan, termasuk ‘pohon pisang yang dihiasi telur, menjadi ciri khas kirab endhog-endhog’an. Partisipasi warga dari berbagai kalangan membuat suasana peringatan Maulid Nabi semakin semarak. Menariknya, kirab tersebut juga mengangkat identitas sejarah lokal. Warga membawa “Replika pohon kembiritan”, yang disebut menjadi bagian dari cikal bakal penamaan Desa Kembiritan. Kepala Desa Kembiritan,( “Sukamto”), membenarkan bahwa pengangkatan simbol pohon kembiritan dalam kirab tersebut merupakan bagian dari upaya masyarakat mengenalkan kembali sejarah dan identitas desa. Menurutnya, kegiatan itu bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi wujud syukur sekaligus upaya memeriahkan hari besar kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kirab yang tergolong besar itu mendapat perhatian masyarakat. Antusiasme terlihat dari keterlibatan warga serta banyaknya kendaraan yang ikut dalam pawai. Kehadiran (“Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani” ),turut menambah semarak kegiatan. Kehadiran pemangku wilayah tersebut dinilai warga sebagai bentuk perhatian sekaligus dorongan terhadap kegiatan keagamaan dan kebersamaan masyarakat. Bagi warga, keterlibatan berbagai unsur dalam peringatan Maulid Nabi memiliki makna lebih luas. Bukan semata tentang kemeriahan, tetapi juga mengenai solidaritas, kepedulian, dan kepentingan bersama di tengah masyarakat. Tradisi kirab endhog-endhog’an di Desa Kembiritan pun menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi dapat menjadi ruang untuk merawat tradisi, mengenalkan sejarah desa kepada generasi muda, sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga. Inisiatif pemerintah desa dan masyarakat dalam mengemas tradisi tersebut dinilai dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk menghadirkan inovasi dalam memperingati hari besar keagamaan tanpa meninggalkan akar budaya dan identitas lokal. Dengan demikian, kirab endhog-endhog’an bukan hanya menjadi arak-arakan meriah di jalan desa. Di balik telur yang menghiasi pohon pisang dan replika pohon kembiritan, terdapat pesan tentang **syukur, kebersamaan, tradisi, serta upaya menjaga identitas desa di tengah perubahan zaman.???? (RD-JI)
1 hari lalu
Warga Nagrak dusun cibojong mengadakan gotong royong pelebaran jalan dan pengecoran ruas jalan Nagrak.cilele
1 hari lalu
Telah terjadi kebakaran rumah dikampung Nanggewer desa Neglasari kecamatan Purabaya
2 hari lalu
Semarak HUT RI ke-81, Desa Sukasari Cisaat Gelar Beragam Lomba dan Santunan Anak Yatim
5 jam lalu
Soal Bantuan Bencana, Pemko Langsa Tanggapi Aspirasi Warga dan Jelaskan Proses Serta Kendala
14 jam lalu
Momentum Maulid Nabi, Wali Kota Langsa Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah SAW
14 jam lalu
Kapolres Langsa Cek Bantuan Sumur Bor Bantuan Ketum Bhayangkari Sudah Tuntas Dikerjakan, Dayah Bisa Nikmati Air Bersih
14 jam lalu
Pintu Masuk RSUD Langsa Baru Dibuat, Tapi Dipasang Kawat dan Dilarang Melintas, Warga Bingung
16 jam lalu
Ujung Jembatan Alue Bako 1 KM 5 Kuala Langsa Rusak, Membahayakan Pengguna Jalan, PUPR Diminta Berikan Rambu.
16 jam lalu
Pembakaran Tumpukan Sampah di Taman Krueng Langsa, Asap Mengganggu Pasien RSUD Langsa
17 jam lalu
KIRAB ENDHOG-ENDHOG’AN DI HARI MAULID NABI MUHAMMAD SAW, DESA KEMBIRITAN TAMPILKAN REPLIKA POHON CIKAL NAMA DESA KEMBIRITAN. BANYUWANGI 25-8-2026 jejakinformasi.id Antusiasme warga Desa Kembiritan, Kabupaten Banyuwangi, dalam menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tampak dalam gelaran kirab endhog-endhog’an yang berlangsung meriah pada Hari Selasa tanggal 25 Agustus 2026. Tradisi yang telah lekat dengan masyarakat Banyuwangi itu menjadi ruang kebersamaan sekaligus ungkapan syukur umat Islam dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Deretan kendaraan pawai menghiasi jalan desa. Beragam hiasan, termasuk ‘pohon pisang yang dihiasi telur, menjadi ciri khas kirab endhog-endhog’an. Partisipasi warga dari berbagai kalangan membuat suasana peringatan Maulid Nabi semakin semarak. Menariknya, kirab tersebut juga mengangkat identitas sejarah lokal. Warga membawa “Replika pohon kembiritan”, yang disebut menjadi bagian dari cikal bakal penamaan Desa Kembiritan. Kepala Desa Kembiritan,( “Sukamto”), membenarkan bahwa pengangkatan simbol pohon kembiritan dalam kirab tersebut merupakan bagian dari upaya masyarakat mengenalkan kembali sejarah dan identitas desa. Menurutnya, kegiatan itu bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi wujud syukur sekaligus upaya memeriahkan hari besar kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kirab yang tergolong besar itu mendapat perhatian masyarakat. Antusiasme terlihat dari keterlibatan warga serta banyaknya kendaraan yang ikut dalam pawai. Kehadiran (“Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani” ),turut menambah semarak kegiatan. Kehadiran pemangku wilayah tersebut dinilai warga sebagai bentuk perhatian sekaligus dorongan terhadap kegiatan keagamaan dan kebersamaan masyarakat. Bagi warga, keterlibatan berbagai unsur dalam peringatan Maulid Nabi memiliki makna lebih luas. Bukan semata tentang kemeriahan, tetapi juga mengenai solidaritas, kepedulian, dan kepentingan bersama di tengah masyarakat. Tradisi kirab endhog-endhog’an di Desa Kembiritan pun menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi dapat menjadi ruang untuk merawat tradisi, mengenalkan sejarah desa kepada generasi muda, sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga. Inisiatif pemerintah desa dan masyarakat dalam mengemas tradisi tersebut dinilai dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk menghadirkan inovasi dalam memperingati hari besar keagamaan tanpa meninggalkan akar budaya dan identitas lokal. Dengan demikian, kirab endhog-endhog’an bukan hanya menjadi arak-arakan meriah di jalan desa. Di balik telur yang menghiasi pohon pisang dan replika pohon kembiritan, terdapat pesan tentang **syukur, kebersamaan, tradisi, serta upaya menjaga identitas desa di tengah perubahan zaman.???? (RD-JI)
1 hari lalu
Warga Nagrak dusun cibojong mengadakan gotong royong pelebaran jalan dan pengecoran ruas jalan Nagrak.cilele
1 hari lalu
Telah terjadi kebakaran rumah dikampung Nanggewer desa Neglasari kecamatan Purabaya
2 hari lalu
Semarak HUT RI ke-81, Desa Sukasari Cisaat Gelar Beragam Lomba dan Santunan Anak Yatim
Beranda
Mustafa ACEH
/ Halaman :
Penulis :
4 minggu lalu
Antrian Panjang Kendaraan Roda 4 di SPBU 14.244.432 Atau Galon Harapan Sudah Satu Bulan Belum Berakhir
166
Mustafa ACEH
1 bulan lalu
Seleksi Masuk Unsam 2026 Dimulai, Antusiasme Calon Mahasiswa Meningkat Tajam
143
Mustafa ACEH
1 bulan lalu
Kunjungi Posko, Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie: Posko Sebagai Pusat Kendali Kegiatan
191
Mustafa ACEH
1 bulan lalu
Warga Harapkan Bantuan Rumah Layak Huni dari Pemerintah Kota Langsa Melalui Baitul Mal
161
Mustafa ACEH
1 bulan lalu
Walikota Langsa Tinjau Pasar Tindaklanjuti Aspirasi Pedagang
148
Mustafa ACEH
1
…
6
7
8
x