x

Keluh Kesah Pedagang Bumbu Masak Khas Kota Langsa Tanpa Ada Perhatian Pemerintah, Bertahan Dari Sepi Pembeli

waktu baca 3 menit
Minggu, 18 Okt 2026 04:49 76 Mustafa Adm Perwakilan Aceh

Kota Langsa, Jejak Informasi.id – Di balik kemeriahan peringatan HUT Pemerintah Kota (Pemko) Langsa Ke-25 dengan thema “Bangkit dari Bencana, Gerak Cepat Bantu Rakyat Menuju Langsa Juara”, masih ada kelompok masyarakat kecil yang merasa terpinggirkan dan tanpa perhatian pemerintah. Mereka adalah para pedagang bumbu masak khas Kota Langsa di Jalan Lintas Medan – Banda Aceh, Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh.

Para pedagang bumbu kemasan khas Langsa seperti bumbu masak terasi, kecap asin yang sudah menjadi ikon Kota Langsa dan paling top di kalangan masyarakat lokal dan luar kota Langsa.

“Sudah 3 bulan ini sepi sekali pembeli, Bang. Sejak banjir besar bulan Nopember 2025, saat ini jarang ada mobil lintas yang berenti berbelanja Bumbu masak khas kota Langsa ini tidak ada pembeli dari luar Langsa tidak ada yang berenti. Sekarang ditambah lagi kabut asap tebal ini, orang malas berbelanja. Dagangan kami tidak laku,” keluh kak Rama (42 tahun), pedagang bumbu masak khas Langsa yang sudah 3 tahun berjualan di lintasan jalan negara ini, Minggu, 18 Oktober 2026.

“Dulu sehari bisa dapat Rp 200 ribu, sekarang Rp 50 ribu pun susah. Bumbu kami ini bumbu kering, dan tahan lama. Kalau 2 hari tidak laku, kami tidak dapat uang, jadi susah kami memenuhi kebutuhan rumah tangga. Belum ada bantuan dari pemerintah Kota Langsa pada usaha kami ini. Boro-boro bantuan, ditanya pun tidak pernah,” ujar kak Rama dengan sedih.

“Kami ini pedagang bumbu khas Langsa, ikon kuliner Langsa. Kalau tamu datang ke Langsa, yang dicari pasti bumbu, kecap, Tauco, dan terasi. Tapi pemerintah Kota Langsa tidak pernah perhatikan kami. Tidak pernah ada pelatihan kemasan, tidak pernah ada bantuan modal, tidak pernah ada promosi UMKM. Padahal di HUT ke-25 ini katanya mau jadikan Langsa Juara, tapi kami pedagang kecil dibiarkan berjuang sendiri,” keluh Kak Rama.

Ia menambahkan, para pedagang bumbu masak khas ini juga tidak pernah dilibatkan dalam event-event Pemko Langsa seperti festival kuliner, dan expo UMKM.

“Setiap ada event UMKM Pemko, yang dipanggil selalu UMKM Makanan ringan kemasan. Kami pedagang bumbu khas Kota Langsa ini tidak pernah diajak. Padahal bumbu kami ini asli khas Langsa. Harusnya kami yang dipromosikan,” ungkapnya.

Para pedagang juga mengeluhkan kondisi tempat berjualan kurang bagus karena hasil buatan sendiri, kondisi tidak layak untuk berjualan Bumbu masak khas kota Langsa, kesannya kumuh dan minim fasilitas.

“Lihatlah lapak kami, atap bocor kalau hujan, dan berdebu karena banyak kendaraan lewat jalan ini. jadi bumbu masak kemasan ini jadi berdebu, kemasan pun plastik biasa cepat rusak karena panas ditambah kena debu” ucapnya.

Pemerhati pedagang bumbu masak khas kota Langsa, Saifullah membenarkan kondisi tersebut. “Benar, pedagang bumbu masak khas Langsa ini adalah pejuang UMKM yang terlupakan. Mereka adalah penjaga rasa kuliner Aceh. Tapi perhatian pemerintah minim sekali. Dinas Perindagkop dan Dinas Koperasi seharusnya turun, lihat kondisi mereka di tengah kondisi ekonomi sulit ini. Beri mereka bantuan modal, beri mereka kemasan yang bagus biar bisa jual online, berikan mereka masker karena mereka seharian hirup debu akibat padatnya lalulintas sepanjang itu” ujar Saifullah.

Ia berharap, di usia Kota Langsa ke-25 ini, Pemko Langsa tidak hanya fokus pada proyek besar seperti Rumah Layak Huni dan perbaikan jalan, tapi juga perhatikan pedagang kecil.

“Thema HUT kan Gerak Cepat Bantu Rakyat. Nah, ini rakyat kecil pedagang bumbu masak khas Langsa butuh dibantu. Jangan cuma slogan saja. Turunlah ke Simpang comodor, lihat mereka. Mereka ini pahlawan ekonomi keluarga. Kalau mereka mati, hilanglah bumbu khas Langsa itu,” pungkasnya.(Mus##)

Mustafa Adm Perwakilan Aceh

Jejak Informasi.id/ADM Wil - Aceh
Phone : +62 821 834 3334

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x